Cara Membuat Barcode Bisnis Online, Mudah dan Cepat!

Pernahkah Anda melihat betapa mudahnya karyawan di mall atau supermarket menghitung barang yang Anda beli? Mereka hanya menunjuk sesuatu ke pemindai, maka harga akan muncul secara otomatis.

Nah, mereka menggunakan barcode atau barcode untuk mempermudah proses jual beli. Mungkin Anda pernah berpikir, bagaimana ya, bagaimana cara membuat barcode?

Jika Anda tahu caranya, membuat barcode tidak terlalu sulit. Yang Anda butuhkan hanyalah gadget dan koneksi internet.

Ini adalah cara membuat kode batang!


Memahami Barcode

Barcode adalah sekumpulan kode yang terdiri dari bar dan spasi. Bilah dan spasi ini merupakan representasi dari angka dan karakter produk yang Anda jual sehingga pemindai mudah dibaca.

Saat ini banyak perusahaan yang menggunakan teknologi barcode.

Misalnya supermarket, supermarket, mall, bahkan UMKM juga sudah mulai menggunakan barcode untuk mempermudah proses bisnisnya.

Di dalam barcode juga memiliki beberapa komponen penyusunnya, antara lain:

1. Zona Tenang

Zona tenang adalah margin kosong yang terletak di kedua ujung batang. Batas ini biasanya 2,5 mm dari batang terluar.

Jika lebar zona tenang tidak mencukupi, barcode akan lebih sulit dipindai.

2. Karakter Mulai/Berhenti

Karakter Start/Stop adalah karakter yang mewakili awal dan akhir data. Karakter ini berbeda dan tergantung pada jenis kode batang yang Anda buat.

3. Periksa Digit

Check Digit adalah simbol karakter yang bertujuan untuk mengecek apakah data dari barcode sudah benar.


Jenis Kode Batang

Secara umum jenis barcode dibagi menjadi dua kategori yaitu UPC dan EAN. Kode UPC adalah kode batang yang distandarisasi oleh Amerika Serikat.

Sedangkan EAN merupakan bar code yang distandarisasi oleh Eropa. Tipe UPC terdiri dari 12 digit karakter sedangkan tipe EAN terdiri dari 13 digit.

Kedua jenis barcode ini telah distandarisasi sebagai standar ISO (ISO/IEC15420) dan standar JIS (JISX05070). Di Jepang, mereka menggunakan kode EAN (ptulisannya JAN atau Nomor Artikel Jepang.

Tapi ini hanya penulisan dan penyebutan yang berbeda. Standarnya masih sama.

Berikut adalah jenis-jenis barcode yang perlu Anda ketahui:

1. Kode Batang 1 Dimensi

Barcode 1 dimensi adalah barcode linier. Biasanya terdiri dari garis vertikal dengan lebar dan jarak yang bervariasi untuk menghasilkan pola yang unik.

Barcode 1 dimensi ini memiliki 14 variasi yaitu : UPC-A, UPC-E, EAN 8, EAN 13, Industrial 2 of 5, Interleaved 2 of 5, Codabar, Code 11, Code 39, Code 128, Databar, MSI Code dan Kode Patch.

2. Kode Batang 2 Dimensi

Sementara itu, barcode 2 dimensi adalah barcode yang lebih kompleks. Barcode ini mengkodekan data umumnya dalam pola persegi atau persegi panjang dari bentuk dua dimensi.

Barcode 2 dimensi ini memiliki cakupan data yang jauh lebih luas dibandingkan dengan barcode 1 dimensi.

Selain itu, barcode 2 dimensi ini juga relatif baru dan membutuhkan dukungan dari perangkat atau alat bergerak yang lebih kompleks juga. Barcode 2 dimensi sendiri memiliki 6 variasi yaitu QR Code, PDF417, Data Matrix, Composite Code GS1, Max code dan Aztec Code.


Cara Membuat Barcode Online dan Gratis

Berikut adalah langkah-langkah yang perlu Anda lakukan untuk membuat barcode online:

1. Temukan Generator Kode Batang Gratis

Di Google, ada begitu banyak situs pembuat kode batang gratis. Anda tinggal melakukan pencarian di Google dengan kata kunci “Generator Kode Batang” dan Google akan menampilkan dari atas ke situs terendah.

Salah satu situs yang mudah untuk Anda pahami cara membuat barcode adalah barcode-generator.org. Situs ini cukup direkomendasikan karena tampilannya yang sangat sederhana dan mudah dipahami.

2. Pilih Jenis Kode Batang

Setelah Anda masuk ke situs web. Silakan pilih jenis barcode yang ingin Anda buat di kolom Buat Gratis. Ada beberapa jenis barcode yang tersedia di sana.

Jika Anda menginginkan kode batang yang mudah dianalisis oleh smartphone pilih jenis QR CODE.

Sebagai informasi, barcode sendiri memiliki beberapa jenis dengan fungsi yang berbeda-beda. Misalnya, tipe 1D yang biasanya digunakan perusahaan untuk menghemat waktu karena setiap kode hanya terdiri dari 8 hingga 15 kata.

Ada juga jenis UPC biasa untuk pelabelan dan pemindaian barang-barang konsumen di tempat-tempat penjualan di seluruh dunia.

Anda biasanya melihat barcode ini di pusat perbelanjaan seperti supermarket dan supermarket atau industri ritel.

Selain itu, ada juga kode batang tipe Kode 39 yang digunakan untuk memberi label barang di banyak industri. Anda biasanya melihat barcode jenis ini di industri otomotif.

Ada banyak lagi jenis barcode, tetapi ini biasanya tiga yang paling populer.

3. Pilih Jenis Data yang Ingin Anda Pindai

Setelah itu, pilih data apa yang ingin Anda ubah menjadi barcode. Misalnya, jika Anda ingin membuat kode batang agar orang secara otomatis masuk ke situs web Anda, Anda dapat memilih URL.

Jika Anda ingin membuat kode batang untuk nomor kontak Anda, pilih VCard.

Ada 9 jenis data lain yang tersedia. Teks untuk memasukkan semua jenis teks. Email untuk membuat email otomatis lengkap dengan penerima dan subjeknya.

SMS untuk mengirim pesan. Facebook untuk masuk ke akun Facebook Anda.

PDF untuk menampilkan file pdf secara langsung. MP3 secara otomatis memutar audio. App Store untuk langsung menuju aplikasi App Store, Gambar untuk menampilkan gambar dan Multi URL untuk menghubungkan situs web tetapi situs web yang muncul tergantung pada lokasi dan waktu orang tersebut saat memindai.

4. Masukkan Data yang Ingin Anda Pindai

Setelah itu, masukkan atau masukkan data yang ingin Anda pindai. Misalnya, Anda ingin orang yang memindai langsung membuka situs web Anda.

Pilih jenis URL dan masukkan tautan situs web yang ingin Anda gunakan sebagai tujuan.

5. Buat dan Unduh Barcode Anda

Jika Anda telah memilih jenis data dan memasukkan data yang ingin Anda tuju. Klik tombol hijau Buat Kode QR. Tunggu beberapa detik, kode batang Anda akan dibuat secara otomatis.

Anda dapat melihat kode batang di sebelah kanan.

Tag barcode telah berhasil dibuat. Gambar yang sebelumnya berwarna abu-abu menjadi lebih terang.

KAnda juga bisa mendownload barcode dengan 3 pilihan jenis file yaitu JPG, EPS dan SVG. Silahkan pilih tipe yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Jika Anda memiliki bisnis retail, sangat disarankan untuk menggunakan tipe data UPC-A karena lebih mudah dan lebih mudah dipahami dalam pembuatannya.


Cara membuat barcode itu mudah. Bahkan Anda hanya perlu beberapa menit dengan menonton atau membaca tutorial untuk dapat melakukannya sendiri.

Tetapi sebelum Anda membuat kode batang sendiri, penting untuk mengetahui jenis kode batang apa yang ada dan Anda harus mengetahui kegunaannya.

Karena jika Anda bisa memilih jenis barcode yang tepat, tentunya bisnis Anda akan terbantu. Di sisi lain, jika Anda memilih jenis batang yang salah.

Sebaliknya, Anda akan kesulitan untuk mengelola barang atau bisnis yang Anda jalankan. Jadi jangan salah paham, oke? Semoga beruntung!

Simulasi Pendanaan KoinWorks