Model Bisnis Rasulullah – Umat Islam meyakini bahwa 9 dari 10 pintu rezeki terletak di perniagaan (berdagang) atau berbisnis. Inilah mengapa juga Nabi Muhammad SAW menganjurkan umatnya untuk menjadi seorang saudagar sebagaimana beliau sewaktu muda. Apakah Anda ingin tahu bagaimana strategi manajemen cara bisnis Rasulullah yang berkah?

Ada beberapa prinsip yang dapat dipelajari dalam memahami konsep dagang dan model bisnis Rasulullah SAW selama berniaga. Melalui artikel ini, Admin akan membahas taktik dan strategi jitu membuka bisnis ala Rasulullah yang dijamin membawa keuntungan dan berkah baik di dunia, bahkan dapat menjadi tabungan pahala kelak.

Konsep Model Bisnis Rasulullah Halal & Berkah

Konsep Prinsip Model Bisnis Rasulullah

Saat ini, menjadi seorang wirausaha digadang-gadang sebagai jalan hidup yang paling aman dan membawa banyak keuntungan. Pasalnya, seorang wirausahawan bekerja tidak terikat peraturan tertentu, bahkan mereka sendiri yang membuatnya. Selain itu juga pebisnis ini tak perlu lagi sibuk melapor ke bos.

Hal tersebut kemudian mendorong berbagai kelompok masyarakat untuk banting setir. Tadinya menjadi karyawan, kini dengan penuh semangat berupaya menjadi seorang pebisnis handal. Namun, pada praktiknya, ternyata ada kendala tertentu, beberapa aktivitas seringkali tidak sesuai syariat agama Islam.

Tak sedikit orang yang menghalalkan segala cara demi meraup keuntungan sedemikian banyak. Inilah yang kemudian menjadi poin penting bagi masyarakat muslim untuk selalu mengikuti strategi bisnis Rasulullah agar senantiasa terhindar dari keharaman harta. Berikut adalah konsep usaha sesuai Islam:

Harus Niat Karena Allah SWT Semata

Model Bisnis Rasulullah Manajemen Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW

Pada dasarnya, apapun yang dilakukan oleh seorang muslim haruslah diniatkan untuk kebaikan dan semata-mata beribadah kepada Sang Pencipta, Allah Azza Wa Jalla. Baik itu bekerja, berlibur, bahkan sekedar membaca buku saja. Seluruh kegiatan haruslah jauh dari laranganNya dan dekat dengan sunah.

Hal ini pun juga berlaku ketika Anda hendak beralih profesi atau memulai menjadi seorang wirausahawan. Niatkanlah sebagai ibadah kepada Allah SWT, bukan malah ingin dapat keuntungan berlipat ganda. Berharaplah pahala dan bisnis yang berkah sehingga dapat bermanfaat bagi diri sendiri dan lingkungan.

Jujur Saat Berbisnis

Cara Dagang Ala Nabi Muhammad SAW Berdagang Bisnis

Memiliki sifat jujur adalah salah satu hal penting dalam bisnis menurut Rasulullah SAW. Tidak hanya ketika melayani pelanggan, namun di segala aspek usaha. Mulai dari kesiapan diri, apakah Anda telah benar-benar mampu melaksanakan atau hanya berpura-pura saja? Kejujuran adalah pondasi utama!

Begitu pula ketika Anda hendak bertransaksi dengan para pemasok. Jangan bermain curang dan waspada apabila dicurangi. Pilihlah partner bisnis yang juga mengedepankan sifat Islami sesuai tuntunan syariat. Keberkahan sebuah usaha sejatinya dinilai dari berbagai sisi, tidak hanya sekedar jual-beli saja.

Menjual Produk Apa Adanya

Peluang Bisnis Online Influencer

Berkaitan dengan konsep dagang Rasulullah sebelumnya, penting sekali untuk berkata apa adanya tentang produk yang ditawarkan. Sebagai contoh, apabila Anda seorang penjual jus dan saat itu buahnya dirasa terlalu matang, maka katakanlah sesuai dengan kondisi tersebut kepada pelanggan yang datang.

Dalam pemahaman ini, bukan hanya melebih-lebihkanlah yang dilarang, mengurangi suatu kondisi demi mengharap rasa iba dari partner bisnis pun juga patut dijauhi. Misalnya, apabila supplier sudah mematok harga, maka Anda tidak boleh menceritakan kondisi kekurangan yang mengada-ada agar diberi diskon.

Menaati Janji yang Diberikan

Cara Bisnis Ala Rasulullah Amanah Halal Berkah

Selanjutnya adalah terkait strategi marketing atau pemasaran. Tak heran ketika menyiapkan materi promosi, Anda pasti berharap pelanggan akan tertarik dan percaya kepada produk yang ditawarkan, sehingga kata-kata yang ditulis bisa saja cenderung melebih-lebihkan. Ternyata, hal tersebut berbahaya!

Berbahaya bagaimana? Apa yang Anda ucapkan atau tulis di kalimat promosi, maka akan dianggap sebagai janji yang harus ditepati ke pelanggan. Maka dari itu, realistislah dalam menyikapi kondisi ini. Jangan membuat sesuatu yang jelas tak dapat diadakan. Ingatlah bahwa janji sama dengan hutang!

Membayar Upah Tepat Waktu

Peluang Ide Bisnis Online yang Menguntungkan

Bagi Anda yang telah menjalankan bisnis cukup lama dan telah memiliki karyawan, utamakan kesejahteraan mereka sebelum kepentingan perut. Ingatlah bahwa tanpa mereka, bisnis ini tidak ada apa-apanya. Seluruh keberlangsungan usaha berada di tangan para pekerja. Maka, berterimakasihlah!

Salah satu cara untuk mensejahterakan pegawai sesuai tuntunan Islam adalah dengan tidak menunda pembayaran gaji atau upah mereka. Jika Anda berjanji akan membayar di tanggal 10 setiap bulannya, maka konsekuensinya harus ditepati. Bayarlah sesuai dengan apa yang telah dikatakan. Jangan telat!

Dilarang Sengaja Menjatuhkan Pesaing

Bisnis Online Affiliate Saham Trading Forex

Sesuai dengan prinsip bisnis Rasulullah, sebagai seorang muslim hendaknya selalu beretika baik terhadap siapa saja, bahkan kepada musuh. Baginda Muhammad SAW nyatanya pernah menyuapi seorang nenek kafir yang pernah menyumpah serapahinya hingga melempari badannya dengan kotoran.

Begitu pula dengan Anda. Bersabarlah dengan berbagai akal-akalan pesaing jika ternyata itu cenderung merugikan. Namun, jangan sekali-sekali mencoba untuk dengan sengaja menjatuhkan mereka. Sesungguhnya, seperti itu adalah perbuatan tercela dan jauh dari keberkahan dari Allah Azza Wa Jalla.

Ibadah Tetap Nomor Satu!

Cara Berdagang Rasulullah Anti Rugi Ibadah

Berhati-hatilah dengan segala bentuk tipu muslihat dan godaan syaithan. Makhluk yang sudah berjanji akan mengganggu cucu Nabi Adam ini akan terus memberikan pandangan positif terhadap bisnis dan membuat Anda lupa akan ibadah yang justru seharusnya menjadi prioritas di kehidupan seorang muslim.

Para iblis dan setan akan mengelabui pikiran dan akal sehat Anda sehingga seolah-olah bisnis adalah hal utama yang perlu dilakukan agar pundi-pundi uang tetap terisi. Di saat seperti ini, gunakanlah manajemen waktu yang baik. Jangan tunda shalat ketika adzan berkumandang dan luangkan waktu untuk berdzikir.

Tidak Membedakan Pelanggan

Ide Bisnis Penerjemah Bahasa Asing

Pelanggan adalah raja. Seorang wirausahawan yang baik akan senantiasa menjaga hubungan dengan seluruh konsumennya terlepas status dan pekerjaan mereka. Hal ini ternyata juga sesuai dengan tuntunan strategi bisnis yang diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Tidak boleh membeda-bedakan.

Sebagai contoh, apabila ada pelanggan A yang merupakan golongan menengah ke bawah, Anda memberikan harga sebesar Rp10.000 untuk setiap pembelian. Namun, ketika datang konsumen B dengan gagah dan necis, maka harga dinaikkan berkali-kali lipat demi meraup keuntungan besar darinya.

Hanya Menjual Produk Halal

Manajemen Bisnis Rasulullah Halal Bisnis Ala Nabi Muhammad SAW

Konsep kesembilan ini yang terkadang luput dari perhatian pebisnis. Islam telah mengatur apa saja zat haram yang tidak boleh dikonsumsi dan didekati, dan mana yang boleh. Ternyata, dalam bisnis, aspek ini perlu dikaji secara menyeluruh. Tidak hanya dari satu sudut pandang saja. Bagaimana maksudnya?

Sebagai contoh ada seorang pedagang minyak wangi. Beberapa ulama sepakat bahwa parfum yang menggunakan alkohol disebut haram, namun para imam lainnya menyatakan selama terbuat dari tumbuhan maka tidak haram. Hal tersebut harus dipastikan dengan jelas terlebih dulu sebelum dijual.

Kini, Anda telah mengetahui seluk-beluk konsep dan cara bisnis Rasulullah SAW. Implementasikanlah seluruh pedoman tersebut secara total agar keuntungan yang didapat dapat membawa keberkahan dan sebagai tabungan pahala demi mempersiapkan masa depan di kehidupan berikutnya.

Selain itu, dalam memahami model bisnis Rasulullah ini, perlu adanya dampingan seorang ustad atau ulama yang sudah mumpuni ilmunya terutama ketika Anda hendak mengimplementasikan tafsir dari suatu hadis atau ayat tentang perniagaan. Carilah mentor yang tepat agar tidak tersesat di jalan.